10 Metode untuk Memeriksa Apakah Layar Anda LCD atau LED
Apakah Anda tidak yakin apakah layar Anda LCD atau LEDAnda bukan satu-satunya. Untuk membantu Anda, berikut 10 metode untuk memeriksa apakah layar Anda LCD atau LED. Kedua teknologi ini terlihat sama dari depan, tetapi apa yang ada di balik kaca sangat berbeda. Mengetahui perbedaannya dapat membantu Anda membuat pilihan yang lebih baik tentang perbaikan, penggantian, atau bahkan nilai jual kembali.
Tutorial ini menunjukkan 10 cara bermanfaat untuk mengetahuinya, mulai dari tes visual sederhana hingga diagnostik berbasis perangkat lunak. Anda tidak perlu gelar di bidang teknologi untuk memahami metode-metode ini, baik Anda memegang laptop, monitor, atau TV. Mari kita bantu Anda mencari tahu apa yang sebenarnya Anda lihat.
1) Amati Tepi Layar
Sebagai permulaan, perhatikan batas atau tepi layar Anda. Layar LCD yang lebih lama terkadang memiliki bezel yang lebih tebal dan lebih terlihat karena lampu latar terintegrasi ke dalam panel. Bingkai ini dimaksudkan untuk menampung bagian tambahan dari LCD, seperti lampu neon atau diffuser. Di sisi lain, layar LED, terutama yang lebih baru, cenderung menempatkan kaca hampir sampai ke tepi. Karena sistem pencahayaannya lebih kecil dan lebih efisien, umumnya layar LED tidak memiliki batas atau memiliki bezel yang tipis.
Bayangkan seperti bingkai jendela: jendela biasa mungkin membutuhkan bingkai kayu yang kuat untuk menahan kaca, sementara pintu shower tanpa bingkai modern menjaga semuanya tetap sederhana dan ramping. Layar LED mungkin yang terlihat datar, tipis, atau sangat modern. Tetapi jika bingkainya terlihat tebal atau kuno, kemungkinan itu adalah LCD.
2) Periksa Ketebalan Layar
Sekarang perhatikan tampilan sampingnya. Apakah TV atau monitornya besar dan berat, ataukah semakin tipis seperti lembaran kaca? Ketebalan itu merupakan pertanda penting. Lampu fluoresen katoda dingin (CCFL) digunakan untuk menghasilkan cahaya pada panel LCD, yang membutuhkan lebih banyak ruang. Karena itu, ponsel pintar lama dengan panel LCD cenderung tampak lebih berat dan tebal.
Sebaliknya, layar LED menggunakan sedikit daya. dioda yang tidak memakan banyak ruang. Hal ini memungkinkan layar menjadi sangat tipis, yang terutama berlaku untuk laptop, tablet, dan TV layar datar yang dibuat dalam sepuluh tahun terakhir. Anda mungkin memiliki layar LED jika sangat tipis dan ringan. Mungkin itu LCD jika terasa lebih berat daripada kelihatannya atau memiliki konstruksi yang lebih tebal.
3) Menilai Kecerahan dan Kontras Layar
Putarlah video yang penuh warna atau nyalakan gambar yang cerah. Jika warnanya cerah, warna hitam terlihat pekat, dan warna putih terasa tajam, bahkan di lingkungan dengan banyak cahaya, kemungkinan besar Anda memiliki layar LED. Orang-orang tahu bahwa layar LED memiliki warna yang kaya dan kontras yang kuat. Mereka dapat menampilkan lebih banyak lagi. kutu, yang merupakan ukuran kecerahan, yang membuat gambar terlihat lebih nyata dan berwarna.
Dibandingkan dengan LCD sebelumnya, tampilan LCD seringkali terlihat lebih datar. Anda mungkin memperhatikan bahwa warna putih dan hitam tidak secerah LCD sebelumnya dan lebih terlihat seperti abu-abu gelap. Itu karena pencahayaan latar belakangnya tidak seakurat LCD. Bayangkan lampu sorot yang menyinari gambar dari belakang. LED dapat mengatur kecerahan pada tingkat piksel, tetapi LCD tidak bisa. Jika layar Anda tidak memiliki banyak "daya tarik" atau tampak pucat, terutama di siang hari, itu pasti LCD.
4) Uji di Lingkungan Gelap
Ini adalah tes dasar: Matikan semua lampu dan tampilkan layar yang benar-benar hitam. Kemudian, duduklah di depan layar Anda. Anda mungkin melihat cahaya redup atau pencahayaan yang tidak merata di sekitar tepi layar LCD. Itu adalah kebocoran cahaya latar (backlight bleed), yaitu ketika cahaya dari lampu panel bocor ke tempat yang seharusnya tidak.
Layar LED berfungsi Lebih baik dalam kondisi gelap, terutama layar OLED dan Mini LED. OLED dapat mematikan piksel individual, yang membuat warna hitam tampak hitam tanpa cahaya. Ini seperti perbedaan antara menutupi lampu dengan selimut dan mematikannya. Cahaya mungkin masih menembus.
Jika warna hitam terlihat pekat dan gelap, kemungkinan besar itu adalah LED atau OLED. Jika terlihat seperti abu-abu gelap atau sedikit bercahaya di sudut-sudutnya, hampir pasti itu adalah LCD.
5) Membandingkan Konsumsi Daya
Perhatikan berapa banyak energi yang digunakan perangkat Anda. Pada laptop, Anda dapat melakukan ini dengan membuka pengaturan sistem dan melihat informasi penggunaan baterai. Perhatikan label daya di bagian belakang monitor atau TV Anda, atau detail produk secara online. Layar LED biasanya mengonsumsi daya lebih sedikit karena sumber cahayanya menggunakan lebih sedikit energi.
Sudah diketahui bahwa LCD, terutama yang menggunakan lampu latar CCFL, menggunakan lebih banyak listrik. Ini bisa jadi karena LCD jika perangkat Anda mudah panas atau baterainya cepat habis saat digunakan secara normal. Layar LED, terutama pada komputer dan ponsel terbaru, dirancang untuk menggunakan daya lebih sedikit sehingga baterai lebih awet. Itulah mengapa banyak orang beralih ke layar LED sebagai bagian dari upaya yang lebih besar untuk menghemat energi.
6) Tampilan dari Sudut yang Berbeda
Saat menampilkan gambar yang cerah, miringkan layar Anda atau berjalanlah ke samping. Saat Anda melihat LCD lama dari samping, warnanya mungkin memudar, berubah, atau terlihat pucat. Ini karena banyak LCD, terutama yang berjenis twisted nematic (TN), memiliki keterbatasan sudut pandang. Ini adalah sesuatu yang mungkin sering Anda lihat pada monitor murah atau laptop lama.
Layar LED, terutama yang menggunakan panel IPS atau OLED, biasanya mempertahankan warna dan kecerahannya bahkan saat dilihat dari sudut yang sangat tajam. Tidak peduli di mana posisi Anda relatif terhadap gambar, gambar tetap jernih dan berwarna. Jika tampilan Anda tampak jauh lebih buruk saat Anda tidak melihatnya langsung dari depan, kemungkinan besar itu adalah LCD. Jika tetap stabil pada sudut pandang yang lebar, kemungkinan besar itu adalah LED.
7) Evaluasi Waktu Respons
Putarlah video atau animasi yang bergerak cepat, seperti klip olahraga atau skenario aksi. Perhatikan adanya efek bayangan atau buram (bayangan di belakang objek yang bergerak). Layar LCD yang lebih lama cenderung memiliki waktu respons yang lebih lambat, yang membuat gerakan tampak buram atau kabur.
Layar LED biasanya lebih baik dalam menangani gerakan. Layar LED dapat memperbarui piksel lebih cepat, sehingga tampilan menjadi lebih halus dan tidak tersendat. Para gamer dan pembuat video menyukai layar LED (dan OLED) karena alasan ini: ketika sesuatu bergerak cepat, tampilannya menjadi lebih halus dan akurat. Jika semuanya terlihat jernih dan tajam, itu adalah petunjuk yang baik bahwa Anda menggunakan layar LED.
8) Periksa Label atau Spesifikasi Produk
Balikkan layar Anda dan cari stiker, label, atau spesifikasi tertulis, terutama di bagian belakang atau bawah. Kata-kata seperti “LED-backlit,” “OLED,” atau “CCFL-backlit LCD” perlu dicari. Periksa kotak atau buku panduan jika masih ada. Biasanya Anda dapat menemukan jenis panel tepat di sebelahnya. ukuran atau resolusi layar.
Tidak ada label? Cari nomor modelnya secara online. Anda bisa mengetiknya di Google atau mengunjungi situs web perusahaan pembuatnya. Sebagian besar halaman produk akan dengan jelas menunjukkan apakah layarnya LCD, LED, OLED, atau campuran keduanya, seperti "LCD dengan lampu latar LED". Jika indikator fisiknya tidak jelas, ini adalah cara tercepat untuk mendapatkan jawaban yang jelas.
9) Gunakan Alat atau Perangkat Lunak Diagnostik Perangkat
Beberapa laptop dan monitor memiliki fitur diagnostik bawaan yang menampilkan informasi tentang tampilan. Misalnya, monitor Dell memiliki opsi uji mandiri, dan merek lain mungkin memiliki fungsi serupa. Anda juga dapat menggunakan perangkat lunak dari perusahaan lain, seperti HWINFO, AIDA64, atau Display Tester, untuk mempelajari lebih lanjut tentang teknologi di balik panel Anda.
Alat-alat ini tidak selalu menyebutkan "LCD" atau "LED" secara langsung, tetapi mereka memberikan nomor model untuk panel, jenis lampu latar, dan petunjuk lainnya. Ini seperti melihat akta kelahiran layar Anda. Jika Anda tidak yakin apa yang ditunjukkan oleh spesifikasi tersebut, ketik nomor model panel ke mesin pencari. Sebagian besar waktu, Anda akan menemukan situs yang mengkonfirmasi teknologi yang digunakan.
10) Hubungi Produsen atau Cari Informasi Model
Beberapa laptop dan monitor memiliki fitur diagnostik bawaan yang menampilkan informasi tentang tampilan. Misalnya, monitor Dell memiliki opsi uji mandiri, dan merek lain mungkin memiliki fungsi serupa. Anda juga dapat menggunakan perangkat lunak dari perusahaan lain, seperti HWINFO, AIDA64, atau Display Tester, untuk mempelajari lebih lanjut tentang teknologi di balik panel Anda.
Alat-alat ini tidak selalu menyebutkan "LCD" atau "LED" secara langsung, tetapi mereka memberikan nomor model untuk panel, jenis lampu latar, dan petunjuk lainnya. Ini seperti melihat akta kelahiran layar Anda. Jika Anda tidak yakin apa yang ditunjukkan oleh spesifikasi tersebut, ketik nomor model panel ke mesin pencari. Sebagian besar waktu, Anda akan menemukan situs yang mengkonfirmasi teknologi yang digunakan.
Kesimpulan
Mengetahui apakah layar Anda LCD atau LED bukan sekadar informasi sepele; hal ini dapat mengubah cara Anda memperbaiki, memperbarui, atau mengatasi masalah pada perangkat Anda. Kedua teknologi ini sangat mirip (bahkan, banyak "layar LED" sebenarnya adalah LCD dengan lampu latar LED), tetapi penting untuk mengetahui perbedaan dalam cara pembuatannya, seberapa baik kinerjanya, dan seberapa hemat energinya.
Susunlah solusi yang jelas dengan menggunakan petunjuk visual, pengujian kinerja, dan pemeriksaan sistem yang telah kita bahas. Selain itu, perlu diingat bahwa tidak ada satu pendekatan pun yang sempurna dengan sendirinya. Tetapi ketika Anda menggunakan semuanya bersama-sama, Anda dapat yakin bahwa Anda tahu jenis layar apa yang sedang Anda tangani.







